Minggu, 24 September 2017

STRATEGI PENINGKATAN MUTU SEKOLAH DASAR

Tema:
“STRATEGI PENINGKATAN MUTU SEKOLAH DASAR”
Sub Tema:
“Menguatkan Kompetensi Managerial Kepala Sekolah Dasar”
Oleh: Usep Saepul Anwar
Kepala sekolah merupakan sebuah jabatan atau pucuk pimpinan tertinggi di sebuah satuan pendidikan, dimana kedudukannya memiliki peran yang sangat strategis dalam pengelolaan manajerial di sekolah. Kepala sekolah merupakan agen pembaharu (agent of change), motivator, innovator dan fasilitator sumber daya yang ada di sekolah. Standar kompetensi kepala sekolah berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah terdiri dari 5 kompetensi diantaranya: kompetensi kepribadian, kompetensi managerial, kompetensi supervisi,  kompetensi sosial, dan kompetensi kewirausahaan.
Seorang kepala sekolah dituntut memiliki lima kompetensi dasar, yang jadi standar dalam pengelolaan satuan pendidikan yang dipimpinnya, salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh kepala sekolah adalah kompetensi managerial. Baik buruknya proses dan mutu pendidikan di suatu sekolah banyak ditentukan oleh kepemimpinan kepala sekolah, sebab kepala sekolahlah orang yang paling bertanggung jawab atas segala sesuatunya yang sudah, sedang, dan yang akan terjadi di sekolah tersebut.
Untuk itu bagaimana pola dan cara serta strategi yang digunakan kepala sekolah, melalui kepemimpinanya akan mempengaruhi para guru untuk mengajar dan siswa untuk belajar. Efektivitas mengajar guru akan optimal jika kepala sekolah dapat mengatur dan membimbing guru-guru secara baik sehinga para guru dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan penuh rasa tanggung jawab, memperhatikan kepentingan dan kesejahteraan bawahannya sehingga tidak ada keluhan dalam menjalankan tugas dan kewajiban sehari-hari, harus menunjukkan kewibawaannya sehingga dapat diteladani dan dipatuhi oleh para guru maupun para siswa.
Jika sosok kepala sekolah dipandang sebagai seorang publik figur atau orang yang memiliki peran strategis di sekolah, maka tidak bisa dipungkiri lagi menjadi sebuah keharusan dan kebutuhan bahwa seorang kepala sekolah wajib memiliki dan paham tentang tatakelola sekolah yang baik, untuk mampu mengelola sekolah dengan baik maka seorang kepala sekolah harus mengerti dan paham tentang managerial kepala sekolah. Hal yang paling sederhana dalam pengelolaan managemen menurut GR Terry dikenal dengan istilah POAC (planning, organizing, actuanting, controlling).
Seorang kepala sekolah harus memiliki perencanaan (planning) yang baik, awal dari sebuah program atau kegiatan diawali dari niat terlebih dahulu, niat ini dituangkan dalam bentuk perencanaan yang berisi tentang konsep kongkrit bahwa program yang akan dilaksanakan terukur dan memiliki target ketercapaian, bukan sekedar angan-angan yang hanya dipahami oleh alam pikiran kepala sekolah saja. Namun rencana ini harus disampaikan kepada orang-orang yang terlibat dalam program tersebut. Sehingga mendapat dukungan dari semua warga sekolah.
Perencanaan merupakan tindakan menetapkan terlebih dahulu apa yang akan dikerjakan, bagaimana cara mengerjakannya, apa yang harus dikerjakan dan siapa saja yang mengerjakannya. Perencanann merupakan jembatan yang menghubungkan kesenjangan antara keadaan masa kini dengan keadaan  yang diharapkan dimasa yang akan datang. Untuk itu perencanaan membutuhkan data dan informasi agar keputusan yang diambil sesuai dengan harapan dan tepat sasaran.
Perencanaan yang baik tidak akan berjalan dengan baik jika tidak disusun dengan baik, maka seorang kepala sekolah harus mampu menuangkan rencana tersebut dalam sebuah struktur kerja yang baik, langkah ini merupakan lankah kedua dalam managemen yaitu menyusun pembagian kerja (organizing). Dalam langkah ini hal-hal kongkrit yang menunjang terhadap sebuah rencana disusun dengan dengan baik misalnya siapa saja yang terlibat, berapa biaya yang dibutuhkan, kapan kegiatan itu akan dilaksanakan dan hal-hal lain yang perlu disiapkan sebagai daya dukung dalam pelaksanaan kegiatan.
Pengorganisasian sebagai proses membagi kerja kedalam tugas-tugas yang lebih kecil, membebankan tugas-tugas itu kepada orang yang sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya, dan mengalokasikan sumber daya, serta mengkoordinasikannya dalam rangka efektivitas pencapaian tujuan organisasi. Seorang kepala sekolah harus harus mampu mensinergikan seluruh komponen dan potensi sekolah agar tercipta kerjasama yang baik antar semua warga sekolah dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya.
Inilah hal yang paling inti dalam magemen yaitu melaksanakan kegiatan, sehebat apapun sebuah konsep jika tidak dilaksanakan maka hanya sebuah angan-angan. Maka melaksanakan kegiatan (actuanting) merupakan hal yang sangat wajib sifatnya, sebab dalam kegiatan kongkrit inilah rencana dan program yang sudah tersusun dengan baik akan dituangkan kedalam tindakan nyata. Disinilah pertaruhan team work harus mampu bekerja  dengan baik sesuai dengan “Job Description” yang sudah dirancang dalam pengorganisasian, jika dalam langkah ini gagal maka seluruh kegiatan atau sistem magemen yang sudah dirancang akan dianggap gagal.
Hal yang tidak kalah pentingnya dalam sebuah managemen adalah pengawasan (controlling) dalam tahapan ini merupakan langkah refleksi terhadap apa yang sudah dilaksanakan dalam pelaksanaan program, apakah sudah berjalan dengan baik atau masih ada kekurangan yang perlu diperbaiki sebagai bahan untuk perbaikan dalam kegiatan selanjutnya. Dalam pelaksanaannya seorang kepala sekolah harus mampu melakukan pengawasan preventif dan korektif terhadap pelaksanaan kegiatan sekolah.
Manajemen sekolah saat ini memiliki kecenderungan kearah manajemen berbasis sekolah, sekolah harus mengikut sertakan masyarakat lokal dalam pengelolaanya untuk meningkatkan kualitas dan efisiensinya. Kepemimpinan kepala sekolah harus diberdayakan, pemberdayaan berarti peningkatan kemampuan secara fungsional sehingga kepala sekolah mampu berperan sesuai dengan tugas, wewenang dan tanggung jawabnya. Dengan proses dan program pemberdayaan, kepala sekolah harus memiliki kinerja yang profesional dan fungsional.
Kepala sekolah harus harus bertindak sebagai manajer dan pemimpin yang efektiv. Sebagai manajer kepala sekolah harus dapat mengatur agar semua potensi sekolah dapat berfungsi secara optimal dalam mendukung tercapainya tujuan sekolah. Hal ini dapat dilakukan jika kepala sekolah mampu melakukan fungsi-fungsi manajemen dengan baik, yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan.
Harus ada upaya yang serius dari pemerintah maupun dari para kepala sekolah itu sendiri sebagai objek dalam penguatan kompetensi kepala sekolah. Pertanyaannya sekarang, langkah penguatan apa yang harus dilakukan supaya kepala sekolah memiliki kompetensi managerial yang baik? Banyak cara yang bisa dilakukan sebenarnya oleh kita bersama, pemerintah sebagai pemegang kebijakan, maupun oleh kepala sekolah sebagai pelaku utama dalam kegiatan managerial di sekolah.
1.         Menguatkan Kompetensi Managerial Kepala Sekolah Melalui Optimalisai KKKS
Definisi Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Menurut Dirjen Dikdasmen, adalah: “Kelompok kerja kepala yang anggotanya terdiri dari semua kepala sekolah pada gugus sekolah yang bersangkutan dimaksudkan sebagai wadah pembinaan professional bagi peningkatan kemampuan kepala sekolah baik yang terkait dengan edukatif maupun managemen sekolah dan pada akhirnya dalam rangka peningkatan mutu pendidikan pada ruang lingkup tugas dan tanggungjawab sekolah masing-masing dan peningkatan mutu pada skala yang lebih luas yakni di tingkat gugus”
KKKS sekolah dasar merupakan sebuah forum atau lembaga nonformal yang mewadahi para kepala sekolah dalam pengembangan kompetensi yang harus dimiliki oleh kepala sekolah. Namun sampai saat ini kiprahnya dalam penguatan managerial kepala sekolah dirasa belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kompetensi kepala sekolah. Padahal forum kepala sekolah ini memiliki peran yang cukup strategis dalam upaya peningkatan kompetensi managerial kepala sekolah.
Kegiatan-kegiatan KKKS hanya sedikit yang membahas tentang tupoksi kepala sekolah bahkan mungkin tidak ada kegiatan yang mampu menguatkan kompetensi managerial para kepala sekolah. Selama ini hal-hal yang dibahas dan menjadi topic trending dalam forum KKKS sekitar pembahasan anggaran kegiatan yang sifatnya insidental. Sementara kegiatan-kegiatan yang bentuknya workshop atau lokakarya hampir tidak pernah dilaksanakan, padahal disinilah sebenarnya bengkelnya kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi managerial kepala sekolah.
Gerakan optimalisasi kegiatan KKKS harus mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat program pemberdayaan forum KKKS  untuk dapat terlibat aktip dalam program pemerintah khususnya dalam kegiatan penguatan managerial kepala sekolah.
Program pemberdayaan ini tentunya harus didorong pula dengan anggaran yang sudah masuk dalam alokasi anggaran kementerian pendidikan dan kebudayaan. Bentuk alokasi anggaran dapat berupa bantuan hibah untuk kegiatan workshop atau seminar yang berhubungan dengan penguatan managerial kepala sekolah dasar dan kegiatan tersebut dilaksanakan oleh KKKS.

2.         Menguatkan Kompetensi Managerial Kepala Sekolah Melalui kegiatan Magang
Kegiatan magang kepala sekolah merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam rangka meningkatkan kompetensi managerial yang dianggap kurang di sekolah yang dikelolanya. Kegiatan ini sebagai upaya dari kepala sekolah dalam memenuhi kekurangannya kompetensi managerial.
Kegiatan ini dilaksanakan di sebuah sekolah yang menurut analisis dan data, kepala sekolah yang bersangkutan memiliki kelebihan dalam kompetensi managerialnya. Dalam pelaksanaanya kegiatan magang ini dilakukan dengan terlebih dahulu mengadakan komunikasi dengan kepala sekolah sasaran tentang maksud dan tujuan dari kegiatan magang ini, agar tidak terjadi diskomunikasi antara kepala sekolah yang akan magang dan kepala sekolah yang dijadikan tempat magang.
Adapun yang menjadi kajian dalam kegiatan magang ini adalah menggali sebanyak-banyak informasi tentang bagaimana pengelolaan managerial yang dilaksanakan di sekolah sasaran tersebut. Adapaun bahan kajian managerial dalam kegiatan magang ini meliputi: kajian managerial rencana kerja sekolah, keuangan, kurikulum, sarana dan prasarana, pengelolaan peserta  didik, administrasi sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan, teknologi informasi dan komunikasi, dan monitoring dan evaluasi. Agar kegiatan ini bisa epektif dan efisien, maka tempat magang tidak terlalu jauh dari sekolah satminkal kepala sekolah yang bersangkutan.
Pelaksanaan kegiatan magang ini merupakan sebuah kegiatan observasi tentang managerial, dimana kepala sekolah yang memiliki kompetensi lemah dalam managerialnya mampu meningkatkan kompetensinya dengan mengadopsi atau mengembangkan informasi yang diperolehnya dari kegiatan magang tersebut. Kegiatan magang ini dilaksanakan tanpa mengganggu tugas pokok dan fungsi kepala sekolah yang bersangkutan, hal ini bisa disiasati dengan mencari lokasi sekolah yang terdekat sehingga bisa ditempuh dalam waktu yang cepat. Jika tidak ada sekolah yang dekat, maka bisa dibuat jadwal kunjungan rutin yang sudah dikomunikasikan dengan sekolah magang tersebut.
Dari paparan diatas, penulis simpulkan bahwa untuk menguatkan kompetensi managerial kepala sekolah dasar dapat dilakukan dengan dua hal yang sangat sederhana yaitu melalui kegiatan optimalisasi KKKS dan kegiatan magang kepala sekolah. Dua kegiatan ini hanya dibutuhkan niat dan keseriusan dari para kepala sekolah khusunya dan pemerintah pada umumnya dengan melakukan langkah-langkah kongkrit dan tepat sasaran dalam mengawal kegiatan ini. Semoga opini sederhana ini mampu membuka wawasan kita semua, untuk selalu berupaya dengan segala daya dan terus berinovasi dalam meningkatkan kompetensi diri.

(Artikel ini akan dilombakan dalam kegiatan: Lomba Penulisan Artikel Ilmiah Populer Sekolah Dasar
 yang diselengarakan oleh Dirjendikdasmen-Kemdikbud)