Tema:
“STRATEGI
PENINGKATAN MUTU SEKOLAH DASAR”
Sub Tema:
“Menguatkan
Kompetensi Managerial Kepala Sekolah Dasar”
Oleh: Usep
Saepul Anwar
Kepala
sekolah merupakan sebuah jabatan atau pucuk pimpinan tertinggi di sebuah satuan
pendidikan, dimana kedudukannya memiliki peran yang sangat strategis dalam
pengelolaan manajerial di sekolah. Kepala sekolah merupakan agen pembaharu (agent of change), motivator, innovator
dan fasilitator sumber daya yang ada di sekolah. Standar kompetensi kepala sekolah berdasarkan Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala
Sekolah/Madrasah terdiri dari 5 kompetensi diantaranya: kompetensi kepribadian,
kompetensi managerial, kompetensi supervisi,
kompetensi sosial, dan kompetensi kewirausahaan.
Seorang
kepala sekolah dituntut memiliki lima kompetensi dasar, yang jadi standar dalam
pengelolaan satuan pendidikan yang dipimpinnya, salah satu kompetensi yang
harus dimiliki oleh kepala sekolah adalah kompetensi managerial. Baik buruknya proses dan mutu pendidikan
di suatu sekolah banyak ditentukan oleh kepemimpinan kepala sekolah, sebab
kepala sekolahlah orang yang paling bertanggung jawab atas segala sesuatunya
yang sudah, sedang, dan yang akan terjadi di sekolah tersebut.
Untuk itu bagaimana pola dan cara
serta strategi yang digunakan kepala sekolah, melalui kepemimpinanya akan
mempengaruhi para guru untuk mengajar dan siswa untuk belajar. Efektivitas
mengajar guru akan optimal jika kepala sekolah dapat mengatur dan membimbing
guru-guru secara baik sehinga para guru dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan
penuh rasa tanggung jawab, memperhatikan kepentingan dan kesejahteraan
bawahannya sehingga tidak ada keluhan dalam menjalankan tugas dan kewajiban
sehari-hari, harus menunjukkan kewibawaannya sehingga dapat diteladani dan
dipatuhi oleh para guru maupun para siswa.
Jika sosok kepala sekolah dipandang
sebagai seorang publik figur atau orang yang memiliki peran strategis di
sekolah, maka tidak bisa dipungkiri lagi menjadi sebuah keharusan dan kebutuhan
bahwa seorang kepala sekolah wajib memiliki dan paham tentang tatakelola sekolah
yang baik, untuk mampu mengelola sekolah dengan baik maka seorang kepala
sekolah harus mengerti dan paham tentang managerial kepala sekolah. Hal yang
paling sederhana dalam pengelolaan managemen menurut GR Terry dikenal dengan
istilah POAC (planning, organizing, actuanting,
controlling).
Seorang kepala sekolah harus memiliki
perencanaan (planning) yang baik,
awal dari sebuah program atau kegiatan diawali dari niat terlebih dahulu, niat
ini dituangkan dalam bentuk perencanaan yang berisi tentang konsep kongkrit
bahwa program yang akan dilaksanakan terukur dan memiliki target ketercapaian,
bukan sekedar angan-angan yang hanya dipahami oleh alam pikiran kepala sekolah
saja. Namun rencana ini harus disampaikan kepada orang-orang yang terlibat
dalam program tersebut. Sehingga mendapat dukungan dari semua warga sekolah.
Perencanaan merupakan tindakan
menetapkan terlebih dahulu apa yang akan dikerjakan, bagaimana cara mengerjakannya,
apa yang harus dikerjakan dan siapa saja yang mengerjakannya. Perencanann
merupakan jembatan yang menghubungkan kesenjangan antara keadaan masa kini
dengan keadaan yang diharapkan dimasa
yang akan datang. Untuk itu perencanaan membutuhkan data dan informasi agar
keputusan yang diambil sesuai dengan harapan dan tepat sasaran.
Perencanaan yang baik tidak akan
berjalan dengan baik jika tidak disusun dengan baik, maka seorang kepala
sekolah harus mampu menuangkan rencana tersebut dalam sebuah struktur kerja
yang baik, langkah ini merupakan lankah kedua dalam managemen yaitu menyusun pembagian
kerja (organizing). Dalam langkah ini
hal-hal kongkrit yang menunjang terhadap sebuah rencana disusun dengan dengan
baik misalnya siapa saja yang terlibat, berapa biaya yang dibutuhkan, kapan
kegiatan itu akan dilaksanakan dan hal-hal lain yang perlu disiapkan sebagai
daya dukung dalam pelaksanaan kegiatan.
Pengorganisasian sebagai proses membagi
kerja kedalam tugas-tugas yang lebih kecil, membebankan tugas-tugas itu kepada
orang yang sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya, dan mengalokasikan sumber
daya, serta mengkoordinasikannya dalam rangka efektivitas pencapaian tujuan
organisasi. Seorang kepala sekolah harus harus mampu mensinergikan seluruh
komponen dan potensi sekolah agar tercipta kerjasama yang baik antar semua
warga sekolah dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya.
Inilah hal yang paling inti dalam
magemen yaitu melaksanakan kegiatan, sehebat apapun sebuah konsep jika tidak
dilaksanakan maka hanya sebuah angan-angan. Maka melaksanakan kegiatan (actuanting) merupakan hal yang sangat
wajib sifatnya, sebab dalam kegiatan kongkrit inilah rencana dan program yang
sudah tersusun dengan baik akan dituangkan kedalam tindakan nyata. Disinilah
pertaruhan team work harus mampu bekerja dengan baik sesuai dengan “Job Description” yang sudah dirancang dalam pengorganisasian, jika
dalam langkah ini gagal maka seluruh kegiatan atau sistem magemen yang sudah
dirancang akan dianggap gagal.
Hal yang tidak kalah pentingnya dalam
sebuah managemen adalah pengawasan (controlling)
dalam tahapan ini merupakan langkah refleksi terhadap apa yang sudah
dilaksanakan dalam pelaksanaan program, apakah sudah berjalan dengan baik atau
masih ada kekurangan yang perlu diperbaiki sebagai bahan untuk perbaikan dalam
kegiatan selanjutnya. Dalam pelaksanaannya seorang kepala sekolah harus mampu
melakukan pengawasan preventif dan korektif terhadap pelaksanaan kegiatan
sekolah.
Manajemen sekolah saat ini memiliki
kecenderungan kearah manajemen berbasis sekolah, sekolah harus mengikut
sertakan masyarakat lokal dalam pengelolaanya untuk meningkatkan kualitas dan
efisiensinya. Kepemimpinan kepala sekolah harus diberdayakan, pemberdayaan
berarti peningkatan kemampuan secara fungsional sehingga kepala sekolah mampu
berperan sesuai dengan tugas, wewenang dan tanggung jawabnya. Dengan proses dan
program pemberdayaan, kepala sekolah harus memiliki kinerja yang profesional
dan fungsional.
Kepala sekolah harus harus bertindak
sebagai manajer dan pemimpin yang efektiv. Sebagai manajer kepala sekolah harus
dapat mengatur agar semua potensi sekolah dapat berfungsi secara optimal dalam
mendukung tercapainya tujuan sekolah. Hal ini dapat dilakukan jika kepala
sekolah mampu melakukan fungsi-fungsi manajemen dengan baik, yang meliputi
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan.
Harus ada upaya yang serius dari
pemerintah maupun dari para kepala sekolah itu sendiri sebagai objek dalam
penguatan kompetensi kepala sekolah. Pertanyaannya sekarang, langkah penguatan
apa yang harus dilakukan supaya kepala sekolah memiliki kompetensi managerial
yang baik? Banyak cara yang bisa dilakukan sebenarnya oleh kita bersama,
pemerintah sebagai pemegang kebijakan, maupun oleh kepala sekolah sebagai
pelaku utama dalam kegiatan managerial di sekolah.
1.
Menguatkan
Kompetensi Managerial Kepala Sekolah Melalui Optimalisai KKKS
Definisi Kelompok Kerja Kepala
Sekolah (KKKS) Menurut Dirjen Dikdasmen, adalah: “Kelompok kerja kepala yang
anggotanya terdiri dari semua kepala sekolah pada gugus sekolah yang
bersangkutan dimaksudkan sebagai wadah pembinaan professional bagi peningkatan kemampuan
kepala sekolah baik yang terkait dengan edukatif maupun managemen sekolah dan
pada akhirnya dalam rangka peningkatan mutu pendidikan pada ruang lingkup tugas
dan tanggungjawab sekolah masing-masing dan peningkatan mutu pada skala yang
lebih luas yakni di tingkat gugus”
KKKS sekolah dasar merupakan sebuah
forum atau lembaga nonformal yang mewadahi para kepala sekolah dalam
pengembangan kompetensi yang harus dimiliki oleh kepala sekolah. Namun sampai
saat ini kiprahnya dalam penguatan managerial kepala sekolah dirasa belum memberikan
kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kompetensi kepala sekolah. Padahal
forum kepala sekolah ini memiliki peran yang cukup strategis dalam upaya
peningkatan kompetensi managerial kepala sekolah.
Kegiatan-kegiatan KKKS hanya
sedikit yang membahas tentang tupoksi kepala sekolah bahkan mungkin tidak ada
kegiatan yang mampu menguatkan kompetensi managerial para kepala sekolah. Selama
ini hal-hal yang dibahas dan menjadi topic
trending dalam forum KKKS sekitar pembahasan anggaran kegiatan yang
sifatnya insidental. Sementara kegiatan-kegiatan yang bentuknya workshop atau
lokakarya hampir tidak pernah dilaksanakan, padahal disinilah sebenarnya
bengkelnya kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi managerial kepala
sekolah.
Gerakan optimalisasi kegiatan
KKKS harus mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah. Hal ini dapat
dilakukan dengan membuat program pemberdayaan forum KKKS untuk dapat terlibat aktip dalam program
pemerintah khususnya dalam kegiatan penguatan managerial kepala sekolah.
Program pemberdayaan ini tentunya
harus didorong pula dengan anggaran yang sudah masuk dalam alokasi anggaran
kementerian pendidikan dan kebudayaan. Bentuk alokasi anggaran dapat berupa
bantuan hibah untuk kegiatan workshop atau seminar yang berhubungan dengan
penguatan managerial kepala sekolah dasar dan kegiatan tersebut dilaksanakan
oleh KKKS.
2.
Menguatkan
Kompetensi Managerial Kepala Sekolah Melalui kegiatan Magang
Kegiatan magang kepala sekolah merupakan
suatu kegiatan yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam rangka meningkatkan
kompetensi managerial yang dianggap kurang di sekolah yang dikelolanya.
Kegiatan ini sebagai upaya dari kepala sekolah dalam memenuhi kekurangannya
kompetensi managerial.
Kegiatan ini dilaksanakan di sebuah sekolah
yang menurut analisis dan data, kepala sekolah yang bersangkutan memiliki
kelebihan dalam kompetensi managerialnya. Dalam pelaksanaanya kegiatan magang
ini dilakukan dengan terlebih dahulu mengadakan komunikasi dengan kepala sekolah
sasaran tentang maksud dan tujuan dari kegiatan magang ini, agar tidak terjadi
diskomunikasi antara kepala sekolah yang akan magang dan kepala sekolah yang
dijadikan tempat magang.
Adapun yang menjadi kajian dalam
kegiatan magang ini adalah menggali sebanyak-banyak informasi tentang bagaimana
pengelolaan managerial yang dilaksanakan di sekolah sasaran tersebut. Adapaun
bahan kajian managerial dalam kegiatan magang ini meliputi: kajian managerial
rencana kerja sekolah, keuangan, kurikulum, sarana dan prasarana, pengelolaan
peserta didik, administrasi sekolah,
pendidik dan tenaga kependidikan, teknologi informasi dan komunikasi, dan
monitoring dan evaluasi. Agar kegiatan ini bisa epektif dan efisien, maka
tempat magang tidak terlalu jauh dari sekolah satminkal kepala sekolah yang
bersangkutan.
Pelaksanaan kegiatan magang ini
merupakan sebuah kegiatan observasi tentang managerial, dimana kepala sekolah
yang memiliki kompetensi lemah dalam managerialnya mampu meningkatkan
kompetensinya dengan mengadopsi atau mengembangkan informasi yang diperolehnya
dari kegiatan magang tersebut. Kegiatan magang ini dilaksanakan tanpa
mengganggu tugas pokok dan fungsi kepala sekolah yang bersangkutan, hal ini
bisa disiasati dengan mencari lokasi sekolah yang terdekat sehingga bisa ditempuh
dalam waktu yang cepat. Jika tidak ada sekolah yang dekat, maka bisa dibuat
jadwal kunjungan rutin yang sudah dikomunikasikan dengan sekolah magang
tersebut.
Dari paparan diatas, penulis simpulkan
bahwa untuk menguatkan kompetensi managerial kepala sekolah dasar dapat
dilakukan dengan dua hal yang sangat sederhana yaitu melalui kegiatan
optimalisasi KKKS dan kegiatan magang kepala sekolah. Dua kegiatan ini hanya
dibutuhkan niat dan keseriusan dari para kepala sekolah khusunya dan pemerintah
pada umumnya dengan melakukan langkah-langkah kongkrit dan tepat sasaran dalam
mengawal kegiatan ini. Semoga opini sederhana ini mampu membuka wawasan kita
semua, untuk selalu berupaya dengan segala daya dan terus berinovasi dalam
meningkatkan kompetensi diri.
(Artikel ini akan
dilombakan dalam kegiatan: Lomba Penulisan Artikel Ilmiah Populer Sekolah Dasar
yang diselengarakan oleh
Dirjendikdasmen-Kemdikbud)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar