Senin, 30 Mei 2016

Empati Tidak Mesti Dipaksa Seragam ..!



Maka kita pun perlu khawatir, tidak lebih dari  lembaran-lembaran catatan yang dihembus angin dan luntur digilas air hujan ketika ‘empati’ keluar dari hati menyuara pada langit mengajak penyeragaman pada sesama, bahkan waktu cenderung memberi ruang terpisah pada setiap segmen empati kita. Memang sewajarnya kita menekan tombol alarm dengan volum yang standar seperti musik-musik klasik yang diperdengarkan di balik tembok villa pesisir pantai, seperti seorang muslim sedang melantunkan ayat suci Al-Qur’an di malam bulan Ramadhan yang suaranya diberi cukup jarak dari speaker. Satu hal, godaan, yang kerap membayangi tingkah kebenaran adalah kesombongan. Dan kesombongan adalah konsumsi qualified bagi laknat Tuhan.
Met siang sahabat” PGRI …!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar