Rabu, 06 April 2016

Pengantar Perpisahan Siswa




Pengantar Perpisahan
            Ananda tercinta,
Kita, tidak lebih dari  sebuah tangkai, yang terlahir, dari pohon kehidupan, yang senantiasa menumbuhkan, bunga, dan dedaunan, yang suatu saat nanti kan dengan sendirinya, berguguran, dengan berbagai catatan, sebagai pertanggungjawaban di hari nanti......
          Kita, hanyalah jalinan sutera, yang dicipta, dan dihiasi oleh sebuah kewajban, untuk dipersembahkan, di satu titik kehidupan,....
          Kita, hanyalah sebuah biduk, yang kan menyemberang, dengan sendirinya, ke tengah lautan pengalaman, sampai kita, sampai kita benar-benar, mendalaminya, sampai kita, menemukan, satu keyakinan terhormat, di hadapan Tuhan...
Memang, ada satu kesedihan, yang tak bisa kami, hindari. Kami merasa, bahwa kami belum sempat memberikan yang terbaik, buat kalian. Padahal apa pun yang ada, apapun keterbatasan yang ada pada  kami, selaku Bapak, Ibu Guru kalian, kami ingin selalu memberikan yang terbaik. Kami tidak ingin, kalian menjadi orang yang lemah, kami tidak ingin, kalian menjadi orang yang tidak punya moral. kami ingin selalu kalian, membuat kami bangga, kami ingin selalu kalian, membuat, orang tua kalian bahagia, dan membuat, negri ini tetap kuat.  Ibu pertiwi saat ini ,menunggu pelukan erat, dari generasi baru, dari pahlawan-pahlawan baru, dan semoga, esok hari, jadilah kalian seorang pahlawan. Teruslah belajar, Teruskanlah berjuang anaku, jangan pernah berhenti selama, nyawa kita masih ada, selama matahari masih setia menyinari bumi ini. Langkahkan kaki dari sekolah ini dengan hati yang ikhlas,  Biarkan, biarkan sekolah ini, menjadi ruang do’a dan harapan, yang akan selalu menghantarkan kalian, menjadi, pahlawan harapan bangsa, dan menjadi pejuang-pejuang peradaban, di masa depan.
Ananda tercinta,
Tidak selamanya kita mesti berkumpul bersama, tidak selamanya kita selalu berbagi cerita, karena, di dunia ini, tidak ada yang abadi, dan saat inilah, akhir dari kebersamaan, kita. Tetapi, kita tidak mesti larut, dalam kesedihan. Keberadaan kita, bukan dipersiapkan untuk kemarin, masa yang telah berlalu. Namun, untuk masa depan yang sarat, dengan berbagai harapan, dan kita, hanya bisa menatap, menatap dan menatap sebuah kenangan dengan  kebesaran jiwa. Selamat jalan, selamat berjuang anaku.............
                                                 


By: Hida Nurhidayat

           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar