Pengantar
Perpisahan
Ananda
tercinta,
Kita,
tidak lebih dari sebuah tangkai, yang
terlahir, dari pohon kehidupan, yang senantiasa menumbuhkan, bunga, dan
dedaunan, yang suatu saat nanti kan dengan sendirinya, berguguran, dengan
berbagai catatan, sebagai pertanggungjawaban di hari nanti......
Kita, hanyalah jalinan sutera, yang
dicipta, dan dihiasi oleh sebuah kewajban, untuk dipersembahkan, di satu titik
kehidupan,....
Kita, hanyalah sebuah biduk, yang kan
menyemberang, dengan sendirinya, ke tengah lautan pengalaman, sampai kita,
sampai kita benar-benar, mendalaminya, sampai kita, menemukan, satu keyakinan
terhormat, di hadapan Tuhan...
Memang,
ada satu kesedihan, yang tak bisa kami, hindari. Kami merasa, bahwa kami belum
sempat memberikan yang terbaik, buat kalian. Padahal apa pun yang ada, apapun
keterbatasan yang ada pada kami, selaku
Bapak, Ibu Guru kalian, kami ingin selalu memberikan yang terbaik. Kami tidak
ingin, kalian menjadi orang yang lemah, kami tidak ingin, kalian menjadi orang
yang tidak punya moral. kami ingin selalu kalian, membuat kami bangga, kami
ingin selalu kalian, membuat, orang tua kalian bahagia, dan membuat, negri ini tetap
kuat. Ibu pertiwi saat ini ,menunggu
pelukan erat, dari generasi baru, dari pahlawan-pahlawan baru, dan semoga, esok
hari, jadilah kalian seorang pahlawan. Teruslah belajar, Teruskanlah berjuang
anaku, jangan pernah berhenti selama, nyawa kita masih ada, selama matahari
masih setia menyinari bumi ini. Langkahkan kaki dari sekolah ini dengan hati
yang ikhlas, Biarkan, biarkan sekolah
ini, menjadi ruang do’a dan harapan, yang akan selalu menghantarkan kalian,
menjadi, pahlawan harapan bangsa, dan menjadi pejuang-pejuang peradaban, di
masa depan.
Ananda
tercinta,
Tidak selamanya
kita mesti berkumpul bersama, tidak selamanya kita selalu berbagi cerita,
karena, di dunia ini, tidak ada yang abadi, dan saat inilah, akhir dari
kebersamaan, kita. Tetapi, kita tidak mesti larut, dalam kesedihan. Keberadaan
kita, bukan dipersiapkan untuk kemarin, masa yang telah berlalu. Namun, untuk
masa depan yang sarat, dengan berbagai harapan, dan kita, hanya bisa menatap,
menatap dan menatap sebuah kenangan dengan
kebesaran jiwa. Selamat jalan, selamat berjuang anaku.............
By: Hida Nurhidayat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar