Rabu, 06 April 2016

PIDATO SISWA SD: "MEMBANGUN PRIBADI YANG MULIA"



Assalamu’alaikum Wr.Wb
Alhamdulillah wasyukrillah walahaulawalakuwwata illa billah. Robbisrokhli Shodri Wayasyirli amri wahlul’uqdatammilisani yafqohuqouli. Amaba’du.
Yang saya hormati Bapa Ibu Dewan Guru,  Para Guru Pembimbing, Para Pejuang peradaban,   besrta para tamu undangan.

            Alhamdulillah, pagi ini kita bisa merasakan betapa indahnya karunia Allah, betapa agungnya kebajikan yang telah dianugerahkan oleh Allah,  betapa nikmatnya keberkahan yang telah diberikan oleh Allah Swt kepada kita semua, sehingga kita masih bisa diberi kesehatan untuk  berkumpul bersama  di sini, bertatap muka dan bersilaturahmi.
            Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah selalu kepada junjungan kita Kanjeng Nabi Muhammad Saw, keluarga, para sahabat dan para pengikutnya sampai akhir zaman. Dan semoga kita semua termasuk di didamnya sebagai umat yang akan mendapat testimoni safaat di akhirat kelak.
            Hadirin yang saya hormati dan Allah  muliakan,
            Izinkanlah di sini saya barang sedikit menyampaikan pidato singkat yang bertema Membangun Pribadi Yang Mulia”.
            Salah satu persoalan yang sangat fundamental untuk menjadi konsenterasi  pemikiran kita bersama  di negeri kita saat ini adalah integritas atau kepribadian sebagai warga Negara, sebagai bangsa yang dulunya  memiliki budi pekerti dan Kepribadian yang luhur. Namun Kepribadian yang luhur itu saat ini sepertinya hanya menjadi sebuah dongeng. Buktinya saat ini banyak sekali orang-orang yang mencabik-cabik dan menggonjang-ganjing negerinya sendiri demi sebuah kepentingan purakan dan tidak jelas.
Hadirin yang saya hormati dan Allah muliakan,
            Oleh karena kondisi demikian, marilah kita saat ini, hari ini dan detik ini kembali ke jati diri kita yang sebenarnya. Kita adalah bangsa yang berkepribadian, beradab dan berbudaya serta beragama. Mari kita kembali ke jalan Allah Swt, mari kita teladani Kepribadian dan kepemimpinan Rasulullah Saw.
- Bagi kita yang sedang menduduki jabatan tinggi, jadikanlah jabatan itu sebagai amanah, dan tidak harus mengecilkan orang lain. Sebab kedudukan manusia di mata Allah adalah sama.  Saat ini kita menjadi Guru, menjadi Polisi, Hakim, Jaksa, Kepala Desa, Camat, Bupati, Gubernur Bahkan Presiden, semua itu  merupakan titipan dalam pengujian yang akan dipertanggungjawabkan di pengadilan superlatif, di persidangan tertinggi yakni di Mahkamah Akhirat,.
- Bagi kita yang sedang diberi kekayaan, jadilah kita orang kaya yang dermawan dan tidak sombong
- Kita yang sedang diuji dengan kemiskinan, kita yang sedang sakit, maka bersabarlah dan tetaplah beribadah kepada Allah Swt.
Hadirin yang saya hormati dan Allah muliakan,
            Kita mesti pula ingat para sahabat Rasululullah Saw, Bagaimana kuat dan tawadunya Abu Bakar Shidiq, Bagaimana kedermawanan dan simpatiknya Usman Bin Affan, Bagaimana tegasnya Umar Bin Khattab dan bagaimana gagah dan beraninya Sayidina Ali Bin Abi Thalib. Mereka, mereka …  adalah pemilik kepribadian yang agung dan mulia,  yang harus kita jadikan referensi dalam menjalani dan menata kehidupan dunia ini, khususya di negeri tercinta ini.
            Apakah kepribadian seseorang tidak berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari di masyarakat?
            Apakah  kepribadian seorang guru tidak berpengaruh terhadap tingkah murid-muridnya?
            Apakah kepribadian seorang ulama tidak berpengaruh terhadap umatnya?
            Apakah kepribadian seorang pimpinan tidak berpengaruh terhadap bawahannya?
            Apakah kepribadian seorang pemimpin tidak berpengaruh terhadap rakyatnya, terhadap sistem pemerintahannya, terhadap daerahnya, dan terhadap negaranya?
            Saya pikir, dan kita niscaya sepaham, bahwa semua tingkah kepribadian manusia punya relevansi, ada keterkaitan, kausatif dan determinatif. Tinggal kita semua memilah keperibadian seperti apa yang mesti kita bangun dalam jiwa-jiwa kita, sehingga kita punya keyakinan untuk merawat dan menata peradaban di bumi yang indah ini.
- Barangkali cukup sekian  pidato singkat saya, mudah-mudahan ada manfaatnya khususnya buat diri saya dan umumnya buat kita semua. Kurang lebihnya saya mohon maaf.
“ Rusaknya Kepribadian, hancurnya Kepribadian adalah bukan hanya fenomena runtuhnya kejayaan manusia, melainkan musnahnya riwayat bumi. “ Wallahu’alam.
Wallahumuwafiq Illa aqwamitthoriq. Wassalamu’alaikum Wr Wb.


Penulis Naskah: "Hida Nurhidayat" 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar